BERPEGANG TEGUH PADA KEBENARAN

Dalam menjalani kehidupan kita selalu  dihadapi pada  pilihan,

Kita bisa memilih menjadi orang  baik dan bermanfaat, atau orang yang tidak baik yang selalu membuat kerusakan dan tidak berguna dalam  kehidupan ini.

Semua berpulang kepada kita ……

Teringat syair lagu Bang H. Oma Irama , “Mengapa yang enak-enak/asik-asik  itu diharamkan? “

Dalam kehdiupan ini kita sering  berada dalam persimpangan jalan antara halal dan haram, tetapi dalam memilih biasan kita terpedaya, kita  memilih yang mudah dan enak . Haram Hajar Bleh

Jangan materi menjadi tujuan hidup, tetapi jangan juga dalam kehidupan ini melupakan materi.

Materi (uang dan harta)  bisa digunakan untuk keburukan apabila pola pikir pemilik materi adalah “uang dan harta adalah panglima atau raja”, maka Ia rela diperbudak uang dan harta.

Uang dan harta akan lebih banyak bermanfaat dan berdampak positif bila pemegang harta memiliki pola pikir “hidup itu untuk berbagi, uang dan harta hanya alat untuk memberi  banyak manfaat,”, maka pemilik materi tetap sebagai panglima sementara uang adalah budaknya.

Semua berpulang kepada Kita…….

Yooo… terus  belajar berbagi, dan dalam menjalani kehidupan ini,  Selalu berpegang Teguh pada Kebanaran , semoga kita menjadi orang yang Hanif  dan bermanfaat bagi sesama. AmiiinGambar

Foto Acara Ulang Tahun DPR/MPR ke 67Gambar, semoga Lembaga Ini tempat berkumpul-wakil wakil rakyat yang hanif, jujur, amanah dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyatGambar

Gambar

Gambar

WISATA ONTHEL, SILATURAHMI ke KOMUNITAS ONTEL SE CIREBON

Gambar

Pada tanggal 18 dan 19 Mei 2013 Komunitas Ontel Delima “Konde” Jakarta Barat, melakukan perjalanan  Wisata Onthel dan Tours Silaturahmi dengan Keluarga Besar KOSTI “CIREBON”.

Luar Biasa diluar dugaan kami sambutan dari Keluarga Besar KOSTI  “CIREBON”,  pada tanggal 19 Mei 2013 acara Silaturahmi ini menjadi ajang acara bersepeda onthel yang sangat meriah diikuti beberapa komunitas onthel  yang ada di kotamadya Cirebon dan Kabupaten Cirebon (CEPOT, INOC, KESANT, Komplit, Koci, dll)

 Kalau boleh Kami sebut ajang ini selain  ajang bersepeda  dalam rangka bersilaturahmi antar Komunitas pencita sepeda tua,  juga menjadi ajang  pengenalan sejarah dan budaya Cirebon.

Adapun Start bersepeda dimulai di Kantor Balaikota Cirebon, bersepeda menunju  dan Singgah di Gua Sunyaragi Cirebon, dilanjutkan bersepeda dan Singgah di Situs Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga, kemudian dilanjutkan bersepeda dan Singgah di Keraton Kesepuan

Sebelum bersepeda kami Komunitas Onthel Delima menjempatkan diri berfoto bersama Walikota Cirebon “ Bpk H. Ano Sutrisno”  dan Ketua Korwil KOSTI Cirebon “Bpk Otnas Mulyono, beberapa tokoh onthel kota Cirebon Bpk. M Hamzah Soerjo Widodo, Bpk. Adi Susanto Banteng nya Onthels Cirebon, dan tanpa mengurangi rasa hormat banyak tokoh tokoh onthelis Cirebon lain yang tidak kami sebutkan.

GambarSebagai tanda  terimakasih kami atas terselenggaranya acara ini dan sebagai tanda bahwa kami pernah melakukan silaturahmi  dengan Komunitas Onthel se Cirebonan  kami memyerahkan cendra mata dalam bentuk Plakat Komunitas  ontel Delima “KONDE”   Dari kami diwakili oleh BPk Djunet dan dari komunitas onthel se Cirebonan diwakili oleh ketua Korwil  KOSTI CIREBON BPK Otnas Mulyono..

Untuk Cirebon Pengemar Onthel (CEPOT) terima kasih atas Spanduknya, dan untuk semua Komunitas Onthel se Cerebonan yang mendukung acara ini sekali lagi dengan rasa hormat kami ucapakan terimakasih banyak atas semuannya.

Gambar

Gambar

Gambar

 Gua Sunyaragi Cirebon,

 Gambar

 Kami Singgah di Taman Gua Sunyarangi, dari Pusat Kota Cirebon kurang lebih berjarak 5 Km ke arah barat, tepatnya berada dikelurahan Graksan.

Menurut catatan sejarah bangunan ini dibangun pada tahun 1703 masehi, merupakan gagasan Patih Keraton Kasepuhan bernama Pangeran Arya Cirebon

Kalau diperhatikan Gaya arsitektur gua Sunyaragi merupakan perpaduan gaya Indonesia klasik (Hindu), gaya Tiongkok kuno, gaya Timur Tengah atau Islam, dan gaya Eropa,

Bangunan terbuat dari Struktur bata dilapisi batu karang arsitektur dipenuhi dengan lorong-lorong sempi

Dahulu Taman Sunyarangi  adalah sebuah taman air nan indah  dipakai sebagai tempat petilasan (bertapa atau untuk mencari ketenangan jiwa)., dan merupakan sumber pengairan utama(irigasi) ke Keraton Kasepuhan. Bahkan, dalam taman Sunyaragi terdapat sebuah lorong bawah tanah menuju keraton.

.Komplek bagunan ini terdiri dari 12 bangunan ini, yiatu : (1) Gua Pengawal, (2) Gua Pande Kemasan, (3) Gua Simayang, (4) Bangsal Jinem, (5) Gua Pawon, (6) Mande Beling (7) Gua Lawa (8) Gua Padang Ati (9) Gua Kelanggengan (10) Gua Peteng (1) Bale Kambang (12 Gua Arga Jumut

Kami sempat berbincang-bincang dengan beberapa anggota komunitas onthel Cirebon, ternyata banyak juga dari mereka yang baru tau dan baru kali ini  masuk dalam tamansari ini

Gambar

Gambar

Gambar

 Situs Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga di Cirebon

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

 Situs ini   memiliki luas 120.000 meter persegi. terletak di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti

Pada kawasan itu terdapat bangunan petilasan, sumur kuno, masjid keramat, makam dan selebihnya berupa semacam hutan lindung yang dihuni kera. Bangunan petilasan Kalijaga oleh penduduk setempat disebut Pesarean (tempat beristirahat).

Bangunan ini berdenah bentuk huruf L terdiri tiga ruangan.

Ruangan pertama merupakan tempat bagi para peziarah untuk memanjatkan doa,

 Ruang kedua merupakan tempat beberapa makam kuno, dan

Ruangan ketiga merupakan bekas tempat tidur Sunan Kalijaga yang ditutup dengan kelambu.

Pada sebelah barat bangunan terdapat makam pengikut dan kerabat Sunan Kalijaga. Bagian ini dibatasi dengan dengan kuta kosod (susunan bata merah) setinggi 1.120 cm dan tebal 190 cm.
Konon di lokasi ini pernah dijadikan tempat pertemuan para panglima perang Kesultanan Kanoman, Kasepuhan, dan Mataram untuk menyusun strategi melawan mereka.

 Keraton Kasepuhan

Gambar

GambarGambar

 

Kami memasuki wawasan Kesepuan sekitar jam 11.30 Siang, Teriknya matahari saat itu cukup membakar tubuh kami, maklum kota Cirebon adalah kota Pinggir Pantai. Keraton Kasepuhan adalah satu dari empat keraton yang ada di Cerebon , merupaka keraton  tertua, terluas (+/- 10 HA)  dan memiliki sejarah paling panjang dibanding ketiga keraton lainnya (Keraton Kanoman,  Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon..

 Keraton Kasepuhan terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, dibangun pertama kali oleh tahun 1430 M oleh Pangeran Cakra Buana dengan nama Keraton Pakungwati

berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. (letak keraton saat ini terletak dalam komplek Keraton Kesepuhan)

Kemudian tahun 1529 keraton dikembangan  oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II] (naik tatah tahun 1506 merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati).

Didepan Kreaton terdapat Alun-alun Sangkala Buana, dulu tempat latihan keprajuritan yang diadakan pada hari Sabtu(disebut Saptonan) dan tempat dilaksanakan berbagai macam hukuman terhadap setiap rakyat yang melanggar peraturan seperti hukuman cambuk

Di sebelah barat Keraton terdapat Masjid yang cukup megah hasil karya dari para wali yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Di sebelah timur alun-alun terdapat pasar kesepuhan yang terkenal dengan pocinya , pasar ini dahulu adalah  tempat perekonomian

Memasuki jalan kompleks Keraton di sebelah kiri terdapat bangunan yang cukup tinggi bernama Siti Inggil  yaitu tanah yang tinggi. (lemah duwur) nampak seperti kompleks candi pada zaman Majapahit.

Siti Inggil memiliki dua gapura dengan motif bentar bergaya arsitek zaman Majapahit. Di sebelah utara bernama Gapura Adi sedangkan di sebelah selatan bernama Gapura Banteng. Dibawah Gapura Banteng ini terdapat Candra Sakala dengan tulisan Kuta Bata Tinata Banteng yang jika diartikan adalah tahun 1451 saka = 1529 M (tahun berdiri karaton)

Di dalam kompleks Siti Inggil terdapat 5 bangunan tanpa dinding yang memiliki nama dan fungsi tersendiri.

(1)  Bangunan utama yang terletak di tengah bernama Malang Semirang dengan jumlah tiang utama 6 buah yang melambangkan rukun iman dan jika dijumlahkan keseluruhan tiangnya berjumlah 20 buah yang melambangkan 20 sifat-sifat Allah SWT. Bangunan ini merupakan tempat sultan melihat latihan keprajuritan atau melihat pelaksanaan hukuman.

(2)  Bangunan di sebelah kiri bangunan utama bernama Pendawa Lima dengan jumlah tiang penyangga 5 buah yang melambangkan rukun islam. Bangunan ini tempat para pengawal pribadi sultan.

(3)  Bangunan di sebelah kanan bangunan utama bernama Semar Tinandu dengan 2 buah tiang yang melambangkan Dua Kalimat Syahadat. Bangunan ini adalah tempat penasehat Sultan/Penghulu.

(4)  Di belakang bangunan utama bernama Mande Pangiring yang merupakan tempat para pengiring Sultan,

(5)  Bangunan disebelah mande pangiring adalah Mande Karasemen, tempat ini merupakan tempat pengiring tetabuhan/gamelan. Di bangunan inilah sampai sekarang masih digunakan untuk membunyikan Gamelan Sekaten (Gong Sekati), gamelan ini hanya dibunyikan 2 kali dalam setahun yaitu pada saat Idul Fitri dan Idul Adha. Selain 5 bangunan tanpa dinding terdapat juga semacam tugu batu yang bernama Lingga Yoni yang merupakan lambing dari kesuburan. Lingga berarti laki-laki dan Yoni berarti perempuan. Bangunan ini berasal dari budaya Hindu. Dan di atas tembok sekeliling kompleks Siti Inggil ini terdapat Candi Laras

foto 19

 

BANDUNG LAUTAN API

Gambar

Pernah Dengan Lagu Hallo Haloo Bandung buah karya Ismail Marzuki,

 Lagu ini menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut Kemerdekaan dari Penjajahan.   Perhatikan  syairnya “Mari Bung Rebut Kembali”

“Hallo Hallo Bandung, Ibukota Priangan

Hallo Hallo Bandung, Kota Kenangan Kenangan

Sudah Lama Beta Tidak Berjumpa Dengan KAU

Sekarang telah menjadi LAUTAN API.

Mari Bung Rebut Kembali”

 Lagu ini diciptakan oleh

Tau ngak  kenapa dan Bagaimana  Kota Bandung dikenal sebagai Bandung Lautan API, mungkin sebagian ada yang tau tapi banyak juga banyak yang ngak tau,

Menurut beberapa sumber :

Ini berawal dari kesepakatan Downingstreer 10. London, pada awal tahun 1946, dimana Inggris bernjanjikan akan menarikan pasukannya dari Jawa Barat dan menyerahlan kepada Belanda, selanjutnya Bandung  akan dijadikan  basis militer untuk menghadapi Republik Indonesia.

Kesepakat dua sekutu ini  ditindaklanjuti menjadi serangan militer  ke Bandun, tentara sekutu (Inggris dan Belanda) berusaha untuk menguasai Bandung walau harus melanggar perjanian perundingan dengan Republik Indonesia, Agresi Militer Inggris dan NICA Belanda memicu perlawanan heroic dari masyarakat dan pemuda pejuang di Bandung, Rakyat Indonesia kususnya Rakyat Bandung tidak rela Negara ini direbut kembali oleh Penjajah,Hal ini memicu tindakan pembumihangusan kota oleh para pejuang dan masyarakat Bandung.

Warga Bandung cinta kotanya yang indah, tetapi lebih cinta kemerdekaan….

Sekarang Bandung telah menjadi lautan api …………………………..
Mari, Bung … Bangun … Kembali ……

Tentara Sekutu dan NICA Belanda, yang menguasai wilayah Bandung Utara (wilayah di utara jalan kereta api yang membelah kota Bandung dari timur ke baratt), memberikan ultimatum (23` Maret 1946) supaya Tentara Republik Indonesia (TRI) mundur sejauh 11 km dari pusat kota (wilayah di selatan jalan kereta api dikuasai TRI) paling lambat pada tengah malam tanggal 24 Maret 1946. Tuntutan itu disetujui Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta, padahal Markas Besar di Yogyakarta telah memerintahkan TRI untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Bandung. TRI dan masyarakat Bandung memutuskan untuk mundur ke selatan, tetapi sambil membumihanguskan Kota Bandung agar pihak musuh tidak dapat memanfaatkannya.

Pada siang tanggal 24 Maret 1946, TRI dan masyarakat mulai mengosongkan Bandung Selatan dan mengungsi ke selatan kota. Pembakaran diawali pada pukul 21.00 di Indisch Restaurant di utara Alun-alun (BRI Tower sekarang). Para pejuan dan masyarakat membakari bangunan penting di sekitar jalan kerata api dari Ujung Berung hingga Cimahi. Bersamaan dengan itu, TRI melakukan serangan ke wilayah utara sebagai “upacara” pengunduran diri dari Bandung, yang diiringi kobaran api sepanjang 12 km dari timur ke barat Bandung membara bak lautan api dan langit memerah mengobarkan semangat juang. Tekad untuk merebut kembali Bandung muncul di dalam hati setiap pejuang

Sejarah heroic itu tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai peristiwa Bandung Lautan Api (BLA).

Pada tanggal 23 Maret 2013, Kota Bandung terjadi lagi Lautan, tetapi bukan Lautan API, tapi Lautan Onthel yang dipusatkan di Lapangan Gasibu, dihadiri oleh +/- 5 ribu pencinta sepada tua  dari berbagai daerah di Indonesia, juga dihadiri oelh pencinta sepeda tua  Belanda, Ingris dan Malaisia,

Acara ini diprakasai oleh Paguyuban Sepeda Baheula Bandung (PSBB).

Kominitas Ontel Delima “KONDE” Jakarta Barat juga ikut meramaikan  acara ini “Bandung Lautan Onthel III – 2013

Terimakasih Buat Panitia

Gambar

Didepan Posko Sementara Di Bandunh, Jl. Cijiruan, F1, Terusan Cisokan, Brigjend Katamso

 Gambar

Gambar

Perfoto di Depan Gedung Sate Bandung

Gambar

Onthelis Konde Minggu Pagi Start terdepan dengan Onthelis Eropa

Gambar

Onthel Siap Kembali ke Jakarta

BELAJAR BERHITUNG

IMG_0843_edit

Apa  pendidikan Anda ?

Seyakin-yakinnya saya pastikan anda adalah orang berpendidikan, setidaknya pernah bersekolah, disekolah belajar membaca dan berhitung.

Apa Anda yakin pandai berhitung ?

Jujur setelah saya renung-renungkan ternyata saya tidak pandai berhitung, walau saat bersekolah pelajaran matematika  saya juga ngak jelek-jelek amat rata-rata diatas 8.

Namun demikian  saya doakan mudah-mudahan anda pandai berhitung.

Yuuuk kita belajar berhitung :

  1. Berapa banyak kita bertindak melampau batas yang digariskan Sang Pencipta, pemilik Alam Semesta Ini  ? Ingat Ciiing, tidak setiap saat kita sadar bahwa kita berjalan menjimpang terlena dengan kelapangan.
  2. Seringkali kita merasa waktu belum akan berhenti, sehingga kita sering menunda-nunda niat baik, “ Aaaah masih ada hari esok Ciiing” dan  akhirnya niat baik itu tidak kita laksanakan.
  3. Coba kita renungkan dalam seminggu ini berapa malam kita lewati untuk dunia dan berapa malam kita sisihkan untuk akhirat?

Mulai saat ini, Yuuuk kita pandai-pandai berhitung untuk bekal kita menuju alam keabadian

Satu kutipan bebas dari Ibnu Al-Jawzi :

  1. Kesulitan dunai tidak akan mencelakakanmu bila engkau memiliki simpanan kebaikan akhirat
  2.  sejatinya mahar akhirat  itu sederhana “hati yang ikhlas dan lisan yang berdzikir.

Tetapi kita harus tetap waspada Penyakit hati kerap membayangi, disela ikhtiar kadang kala hinggap didiri kita solah kita merasa telah banyak beribadah dan berbuat kebajikan.

Untuk mengobati penyakit hati, ngampang ingat aja lagu Tobo Ati. Obat hati itu ada 5 Perkara :

1. membaca Al Quran dengan maknanya

2. sholat malam dirikanlah

3. berkumpullah dengan orang sholeh

4. perutmu dilaparkan/perbanyaklah berpuasa

5. dzikir malam perpanjanglah

barang siapa yang melakukan salah satunya insya Allah, Yang Maha Kuasa memberkati

Oke semoga kita menjadi orang-orang yang pandai berhitung dan sukses dunia akhirat amin..

IMG_0846_edit

IMG_0840_edit

IMG_0849_edit (foto diatas acara Hari Bebas Berkendaraan & Gowes 2012 Jakarta Barat yang diadakan pada tanggal 30 desember 2012)

INDONESIA PUSAKA

Gambar

Pernah dengar lagu Indonesia Pusaka, mahakarya Bapak Ismail Marzuki ?

Coba perhatikan syairnya  :

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa

Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
Satu pengakuan seorang Ismail Marzuki  bahwa Indonesa adalah tanah air beliau, yang harus beliau jaga agar tetap menjadi Pusaka bagi anak cucu  tetap abadi nan jaya, dihormati dan dipuja bangsa-bangsa, tempat berlindung dihari tua, tempat akhir menutup mata.

Sungguh  Bapak Ismail Marzuki, memiliki Jiwa yang agung, memiliki cinta tanah air yang tinggi

Bagimana dengan kita?!! Apakah kita masih memiliki jiwa yang Agung, masih memiliki cinta tanah air  ?!! ataukah Jiwa Agung ini sudah hilang sirna dihati kita ?!!

Kalau kita masih memiliki jiwa agung ini kenapa, Bhineka  Tunggal Ika tidak kita jungjung tinggi? Perpecahan/perkalahian/permusuhan  karena bingkai agama, karena suku masih disana sini terjadi, bahkan cabang olah raga pun terjadi perpecahan kepengurusan

Ayooooo katakan…..,  Ayooo nyatakan…. ,KAMI adalah INDONESIA,….. KAMI cinta INDONESIA,

Kita memiliki banyak potensi untuk menjadi Negara yang Hebat, Kita perbaiki Indonesia dari diri kita, Kita ubah Indonesia menjadi lebih baik,  insya  Allah, Allah memberkati,

Jujur mendengar lagu ini tanpa saya sadari disudut mata megalir  air mata, ini adalah tanda saya/kita masih menginginkan harapan Indonesia menjadi tanah pusaka, tanah yang jaya, tanah yang dihormati bangsa-bangsa dunia, tanah tempat berlindung dan mentup mata.

GambarGambarGambar

(foto acara Ancol dan Makan bersama dirumah Bpk Zainal tanggal 22 Desember 2012)

Obrolan Pagi Minggu, bareng Bang Konde ame Si Miun

Gambar

Bang Konde : “ Eh..Tong  tau ngak …Miskin Dan Kaya Itu Relatif  , Tergantung Cara Kite Melihatnye, Kite miskin karena kite kendiri yang mengangap diri kite miskin, Kite  Kaye  karena kite kendiri yang mengangap diri kite kaya., tong”

Tong Miun: “Bang ,, aye bingung, kagak naggep maksud kate-kate Abang”

Bang Konde : “maksudnye ngini tong “Kaye miskin entuh tergantung dari rase syukur kite,  berape pun besarnye rezeki kite kalau kita punya rase syukur insya Allah, kite akan merasa kaye”

Tong Miun: “Bang ,,. Loh kok bisa ngitu bang…  nih contoh aye..bang penghasilan aye kan kecil bang, maklum dah bang aye kan cuman kenek, ngimane ceritanye aye bisa nganggap diri aye kaye bang??!!”

Bang Konde : “ Nah ape kate gue tong … Ente miskin karene Ente menggap diri ente miskin,  eh… tong loo lihat tuh bapak-bapak yang naik mobil, sekarang gue tanye ame loo die kaya apakah ngak ???

Tong Miun: “ya jelas die kaye bang”

Bang Konde : “ Belum tentu Tong, mungkin die masih menganggap dirinye miskin, nih gue kasih tau ame loo, kate orang-orang pinter  “manusia entuh  adalah mahluk yang ngak pernah puas dalam segala hal  apa pun” kecuali bagi orang yang menempa dirinye untuk selalu bersyukur dan punya orientasi hidup ini bukan hanya untuk materi aje”
Tong Miun :
“ Nah ngini dah jadinye bang kalau aye..ngobrol ame abang aye selalu kena Virus O2N , gini aje dah bang riealnye ngimana biar aye bisa merasa kaye..”

Bang Konde : “ caranye gampang Tong, saat kite berikhtiar kerje kita usahain menghadirkan Allah dalam setiap pekerjaan kita, hal ini tujuannya biar hasil yang kita dapet mendapet ridho Allah, jadi bukan hanye dapet nilai ekonomis doang. Nah intinye tong yang sering kita  lupein “rasa ikhlas” menerima hasil yang kita dapat, paham ngak loo tong?

Tong Miun : “ ?? aye kayenye kena virus O2N bang?!

Bang Konde : “Nah ngini aye dah Tong., hari ini luh dapet berape dari ngenek?

Tong Miun: “Tiga puluh ribu bang?”

Bang Konde:  “Sekarang coba elu… syukuri hasil yang elu dapet “Alhamdulillah”, nah sekarang elo Ambil seribu perak,  hadiri rasa ikhlas elu… elo sedekahin deh tuh ame nenek-nenek  yang minte-minte tuh dijalan”

 Tong Miun: “Oke Bang, aye coba mensyukuri nikmat ini dengan ikhlas aye sedekahin seribu buat peminte-minte entu..”

Bang Konde:  “Nah ngimane rasenye Tong ??”

Tong Miun: “Alhamdulliah bang aye merase kaye sekarang, aye bisa berbagi dari rezeki yang aye dapet. Aye sekarang merase kaye Bang”

Bang Konde:  “Alhamdullilah tong… itulah nikmat berbagi, Tangan diatas lebih mulya dari tangan dibawah tong, inget ye tong kalau tangan kita dibawah kita selamanya akan merasa miskin, tapi kalau tangan kite diatas insya Allah kita akan meras kaye yang sesungguhnye, Amin ”

Gambar

Aku Sugeh due Akeh Pit Onthel

Gambar

Aku lebih kaya sepada onthel ku lebih banyak, cukur jenggot aya ada yang nyukurin

Gambar

Nikmatnya berbagi rezeky

Gambar

JOGYA KEMBALI BERSEPEDA 2 17-18 NOPEMBER 2012

Gambar

Komunitas Ontel Delima mengucapkan Selamat Ulang Tahun Buat PODJOK dan Sukses ya sebagai pengagas  Acara Jogya Kembali Bersepeda Jilid 2 17-18 Nopember 2012 dan Mohon maaf tidak mengikuti puncak acara jogya Kembali Bersepeda Jilid 2 17-18 Nopember 201,

Komonitas Ontel Delima hadir dan minikmati acara sepedaan di jogya,  berangkat dari jakarta tanggal 14 Nopember 2012 dan kembali ke Jakarta Minggu Malam tanggal 17 Nopember 2012, Tidak mengikuti acara puncak jogya Kembali Bersepeda Jilid 2 namun menyempatkan hadir di pusat Acara dan menikmati pasar klitikan.

Dalam kesempat ini juga KONDE mengucapkan terima kasih buat ketua podjok “Bpk Muthowil.Thowil” atas pinjaman onthel sebanyak 34 buat buat KONDE .

Sukses buat PODJOK dari KONDE

Gambar

Bersiap bersepeda dari posko sosroyudan jogya

Gambar

Beristirahat sambil menunggu teman yang tercecer dijalan alias nyasar dijalan

Gambar

Menikmati yogya menyusuri kali menuju “Iwak Kalen”

Gambar

Cukup Jauh Jarak yang ditempuh tetapi tetap semangat dan menikmati

Gambar

Beristirahat menikmati makan siang di Iwak Kalen Yogyakarta

Gambar

Sholat berjamaah di posko Sosroyudhan

Gambar

Bersepeda malam hari menuju tempat makan malam “Gudeg Yogya”

Gambar

Suasana makan malam di gudeg yogya

Gambar

Sabtu Siang Berjalan di desa “Pendowoharyo sewon Bantul” untuk makan siang dengan menu “Manggut”

Gambar

Akhirnya Menikmati makan manggut di sewon Bantul



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.788 pengikut lainnya.