BANDUNG LAUTAN API

Gambar

Pernah Dengan Lagu Hallo Haloo Bandung buah karya Ismail Marzuki,

 Lagu ini menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut Kemerdekaan dari Penjajahan.   Perhatikan  syairnya “Mari Bung Rebut Kembali”

“Hallo Hallo Bandung, Ibukota Priangan

Hallo Hallo Bandung, Kota Kenangan Kenangan

Sudah Lama Beta Tidak Berjumpa Dengan KAU

Sekarang telah menjadi LAUTAN API.

Mari Bung Rebut Kembali”

 Lagu ini diciptakan oleh

Tau ngak  kenapa dan Bagaimana  Kota Bandung dikenal sebagai Bandung Lautan API, mungkin sebagian ada yang tau tapi banyak juga banyak yang ngak tau,

Menurut beberapa sumber :

Ini berawal dari kesepakatan Downingstreer 10. London, pada awal tahun 1946, dimana Inggris bernjanjikan akan menarikan pasukannya dari Jawa Barat dan menyerahlan kepada Belanda, selanjutnya Bandung  akan dijadikan  basis militer untuk menghadapi Republik Indonesia.

Kesepakat dua sekutu ini  ditindaklanjuti menjadi serangan militer  ke Bandun, tentara sekutu (Inggris dan Belanda) berusaha untuk menguasai Bandung walau harus melanggar perjanian perundingan dengan Republik Indonesia, Agresi Militer Inggris dan NICA Belanda memicu perlawanan heroic dari masyarakat dan pemuda pejuang di Bandung, Rakyat Indonesia kususnya Rakyat Bandung tidak rela Negara ini direbut kembali oleh Penjajah,Hal ini memicu tindakan pembumihangusan kota oleh para pejuang dan masyarakat Bandung.

Warga Bandung cinta kotanya yang indah, tetapi lebih cinta kemerdekaan….

Sekarang Bandung telah menjadi lautan api …………………………..
Mari, Bung … Bangun … Kembali ……

Tentara Sekutu dan NICA Belanda, yang menguasai wilayah Bandung Utara (wilayah di utara jalan kereta api yang membelah kota Bandung dari timur ke baratt), memberikan ultimatum (23` Maret 1946) supaya Tentara Republik Indonesia (TRI) mundur sejauh 11 km dari pusat kota (wilayah di selatan jalan kereta api dikuasai TRI) paling lambat pada tengah malam tanggal 24 Maret 1946. Tuntutan itu disetujui Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta, padahal Markas Besar di Yogyakarta telah memerintahkan TRI untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Bandung. TRI dan masyarakat Bandung memutuskan untuk mundur ke selatan, tetapi sambil membumihanguskan Kota Bandung agar pihak musuh tidak dapat memanfaatkannya.

Pada siang tanggal 24 Maret 1946, TRI dan masyarakat mulai mengosongkan Bandung Selatan dan mengungsi ke selatan kota. Pembakaran diawali pada pukul 21.00 di Indisch Restaurant di utara Alun-alun (BRI Tower sekarang). Para pejuan dan masyarakat membakari bangunan penting di sekitar jalan kerata api dari Ujung Berung hingga Cimahi. Bersamaan dengan itu, TRI melakukan serangan ke wilayah utara sebagai “upacara” pengunduran diri dari Bandung, yang diiringi kobaran api sepanjang 12 km dari timur ke barat Bandung membara bak lautan api dan langit memerah mengobarkan semangat juang. Tekad untuk merebut kembali Bandung muncul di dalam hati setiap pejuang

Sejarah heroic itu tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai peristiwa Bandung Lautan Api (BLA).

Pada tanggal 23 Maret 2013, Kota Bandung terjadi lagi Lautan, tetapi bukan Lautan API, tapi Lautan Onthel yang dipusatkan di Lapangan Gasibu, dihadiri oleh +/- 5 ribu pencinta sepada tua  dari berbagai daerah di Indonesia, juga dihadiri oelh pencinta sepeda tua  Belanda, Ingris dan Malaisia,

Acara ini diprakasai oleh Paguyuban Sepeda Baheula Bandung (PSBB).

Kominitas Ontel Delima “KONDE” Jakarta Barat juga ikut meramaikan  acara ini “Bandung Lautan Onthel III – 2013

Terimakasih Buat Panitia

Gambar

Didepan Posko Sementara Di Bandunh, Jl. Cijiruan, F1, Terusan Cisokan, Brigjend Katamso

 Gambar

Gambar

Perfoto di Depan Gedung Sate Bandung

Gambar

Onthelis Konde Minggu Pagi Start terdepan dengan Onthelis Eropa

Gambar

Onthel Siap Kembali ke Jakarta

Iklan

0 Responses to “BANDUNG LAUTAN API”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: