WISATA ONTHEL, SILATURAHMI ke KOMUNITAS ONTEL SE CIREBON

Gambar

Pada tanggal 18 dan 19 Mei 2013 Komunitas Ontel Delima “Konde” Jakarta Barat, melakukan perjalanan  Wisata Onthel dan Tours Silaturahmi dengan Keluarga Besar KOSTI “CIREBON”.

Luar Biasa diluar dugaan kami sambutan dari Keluarga Besar KOSTI  “CIREBON”,  pada tanggal 19 Mei 2013 acara Silaturahmi ini menjadi ajang acara bersepeda onthel yang sangat meriah diikuti beberapa komunitas onthel  yang ada di kotamadya Cirebon dan Kabupaten Cirebon (CEPOT, INOC, KESANT, Komplit, Koci, dll)

 Kalau boleh Kami sebut ajang ini selain  ajang bersepeda  dalam rangka bersilaturahmi antar Komunitas pencita sepeda tua,  juga menjadi ajang  pengenalan sejarah dan budaya Cirebon.

Adapun Start bersepeda dimulai di Kantor Balaikota Cirebon, bersepeda menunju  dan Singgah di Gua Sunyaragi Cirebon, dilanjutkan bersepeda dan Singgah di Situs Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga, kemudian dilanjutkan bersepeda dan Singgah di Keraton Kesepuan

Sebelum bersepeda kami Komunitas Onthel Delima menjempatkan diri berfoto bersama Walikota Cirebon “ Bpk H. Ano Sutrisno”  dan Ketua Korwil KOSTI Cirebon “Bpk Otnas Mulyono, beberapa tokoh onthel kota Cirebon Bpk. M Hamzah Soerjo Widodo, Bpk. Adi Susanto Banteng nya Onthels Cirebon, dan tanpa mengurangi rasa hormat banyak tokoh tokoh onthelis Cirebon lain yang tidak kami sebutkan.

GambarSebagai tanda  terimakasih kami atas terselenggaranya acara ini dan sebagai tanda bahwa kami pernah melakukan silaturahmi  dengan Komunitas Onthel se Cirebonan  kami memyerahkan cendra mata dalam bentuk Plakat Komunitas  ontel Delima “KONDE”   Dari kami diwakili oleh BPk Djunet dan dari komunitas onthel se Cirebonan diwakili oleh ketua Korwil  KOSTI CIREBON BPK Otnas Mulyono..

Untuk Cirebon Pengemar Onthel (CEPOT) terima kasih atas Spanduknya, dan untuk semua Komunitas Onthel se Cerebonan yang mendukung acara ini sekali lagi dengan rasa hormat kami ucapakan terimakasih banyak atas semuannya.

Gambar

Gambar

Gambar

 Gua Sunyaragi Cirebon,

 Gambar

 Kami Singgah di Taman Gua Sunyarangi, dari Pusat Kota Cirebon kurang lebih berjarak 5 Km ke arah barat, tepatnya berada dikelurahan Graksan.

Menurut catatan sejarah bangunan ini dibangun pada tahun 1703 masehi, merupakan gagasan Patih Keraton Kasepuhan bernama Pangeran Arya Cirebon

Kalau diperhatikan Gaya arsitektur gua Sunyaragi merupakan perpaduan gaya Indonesia klasik (Hindu), gaya Tiongkok kuno, gaya Timur Tengah atau Islam, dan gaya Eropa,

Bangunan terbuat dari Struktur bata dilapisi batu karang arsitektur dipenuhi dengan lorong-lorong sempi

Dahulu Taman Sunyarangi  adalah sebuah taman air nan indah  dipakai sebagai tempat petilasan (bertapa atau untuk mencari ketenangan jiwa)., dan merupakan sumber pengairan utama(irigasi) ke Keraton Kasepuhan. Bahkan, dalam taman Sunyaragi terdapat sebuah lorong bawah tanah menuju keraton.

.Komplek bagunan ini terdiri dari 12 bangunan ini, yiatu : (1) Gua Pengawal, (2) Gua Pande Kemasan, (3) Gua Simayang, (4) Bangsal Jinem, (5) Gua Pawon, (6) Mande Beling (7) Gua Lawa (8) Gua Padang Ati (9) Gua Kelanggengan (10) Gua Peteng (1) Bale Kambang (12 Gua Arga Jumut

Kami sempat berbincang-bincang dengan beberapa anggota komunitas onthel Cirebon, ternyata banyak juga dari mereka yang baru tau dan baru kali ini  masuk dalam tamansari ini

Gambar

Gambar

Gambar

 Situs Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga di Cirebon

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

 Situs ini   memiliki luas 120.000 meter persegi. terletak di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti

Pada kawasan itu terdapat bangunan petilasan, sumur kuno, masjid keramat, makam dan selebihnya berupa semacam hutan lindung yang dihuni kera. Bangunan petilasan Kalijaga oleh penduduk setempat disebut Pesarean (tempat beristirahat).

Bangunan ini berdenah bentuk huruf L terdiri tiga ruangan.

Ruangan pertama merupakan tempat bagi para peziarah untuk memanjatkan doa,

 Ruang kedua merupakan tempat beberapa makam kuno, dan

Ruangan ketiga merupakan bekas tempat tidur Sunan Kalijaga yang ditutup dengan kelambu.

Pada sebelah barat bangunan terdapat makam pengikut dan kerabat Sunan Kalijaga. Bagian ini dibatasi dengan dengan kuta kosod (susunan bata merah) setinggi 1.120 cm dan tebal 190 cm.
Konon di lokasi ini pernah dijadikan tempat pertemuan para panglima perang Kesultanan Kanoman, Kasepuhan, dan Mataram untuk menyusun strategi melawan mereka.

 Keraton Kasepuhan

Gambar

GambarGambar

 

Kami memasuki wawasan Kesepuan sekitar jam 11.30 Siang, Teriknya matahari saat itu cukup membakar tubuh kami, maklum kota Cirebon adalah kota Pinggir Pantai. Keraton Kasepuhan adalah satu dari empat keraton yang ada di Cerebon , merupaka keraton  tertua, terluas (+/- 10 HA)  dan memiliki sejarah paling panjang dibanding ketiga keraton lainnya (Keraton Kanoman,  Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon..

 Keraton Kasepuhan terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, dibangun pertama kali oleh tahun 1430 M oleh Pangeran Cakra Buana dengan nama Keraton Pakungwati

berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. (letak keraton saat ini terletak dalam komplek Keraton Kesepuhan)

Kemudian tahun 1529 keraton dikembangan  oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II] (naik tatah tahun 1506 merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati).

Didepan Kreaton terdapat Alun-alun Sangkala Buana, dulu tempat latihan keprajuritan yang diadakan pada hari Sabtu(disebut Saptonan) dan tempat dilaksanakan berbagai macam hukuman terhadap setiap rakyat yang melanggar peraturan seperti hukuman cambuk

Di sebelah barat Keraton terdapat Masjid yang cukup megah hasil karya dari para wali yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Di sebelah timur alun-alun terdapat pasar kesepuhan yang terkenal dengan pocinya , pasar ini dahulu adalah  tempat perekonomian

Memasuki jalan kompleks Keraton di sebelah kiri terdapat bangunan yang cukup tinggi bernama Siti Inggil  yaitu tanah yang tinggi. (lemah duwur) nampak seperti kompleks candi pada zaman Majapahit.

Siti Inggil memiliki dua gapura dengan motif bentar bergaya arsitek zaman Majapahit. Di sebelah utara bernama Gapura Adi sedangkan di sebelah selatan bernama Gapura Banteng. Dibawah Gapura Banteng ini terdapat Candra Sakala dengan tulisan Kuta Bata Tinata Banteng yang jika diartikan adalah tahun 1451 saka = 1529 M (tahun berdiri karaton)

Di dalam kompleks Siti Inggil terdapat 5 bangunan tanpa dinding yang memiliki nama dan fungsi tersendiri.

(1)  Bangunan utama yang terletak di tengah bernama Malang Semirang dengan jumlah tiang utama 6 buah yang melambangkan rukun iman dan jika dijumlahkan keseluruhan tiangnya berjumlah 20 buah yang melambangkan 20 sifat-sifat Allah SWT. Bangunan ini merupakan tempat sultan melihat latihan keprajuritan atau melihat pelaksanaan hukuman.

(2)  Bangunan di sebelah kiri bangunan utama bernama Pendawa Lima dengan jumlah tiang penyangga 5 buah yang melambangkan rukun islam. Bangunan ini tempat para pengawal pribadi sultan.

(3)  Bangunan di sebelah kanan bangunan utama bernama Semar Tinandu dengan 2 buah tiang yang melambangkan Dua Kalimat Syahadat. Bangunan ini adalah tempat penasehat Sultan/Penghulu.

(4)  Di belakang bangunan utama bernama Mande Pangiring yang merupakan tempat para pengiring Sultan,

(5)  Bangunan disebelah mande pangiring adalah Mande Karasemen, tempat ini merupakan tempat pengiring tetabuhan/gamelan. Di bangunan inilah sampai sekarang masih digunakan untuk membunyikan Gamelan Sekaten (Gong Sekati), gamelan ini hanya dibunyikan 2 kali dalam setahun yaitu pada saat Idul Fitri dan Idul Adha. Selain 5 bangunan tanpa dinding terdapat juga semacam tugu batu yang bernama Lingga Yoni yang merupakan lambing dari kesuburan. Lingga berarti laki-laki dan Yoni berarti perempuan. Bangunan ini berasal dari budaya Hindu. Dan di atas tembok sekeliling kompleks Siti Inggil ini terdapat Candi Laras

foto 19

 

Iklan

0 Responses to “WISATA ONTHEL, SILATURAHMI ke KOMUNITAS ONTEL SE CIREBON”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: